Sabtu, 31 Desember 2016

Gangguan Tidur Bikin Lemah Ingatan


Tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup tanpa tidur. Karena tidur adalah cara alami manusia mengistirahatkan tubuh.

Meski tertidur, sebetulnya tubuh dan otak tetap bekerja melalui siklus atau tahap tidur.

Menurut National Sleep Foundation, tahap pertama dalam tidur yang dilalui manusia adalah Non-Rapid Eye Movement atau tahap tidur tenang, yang berlangsung selama 90 menit atau lebih.

Dan tahap kedua adalah Rapid Eye Movement atau tahap tidur yang ditandai dengan pergerakan mata yang cepat.

Dokter Suresh Kumar dari Amrita Institute of Medical Sciences, Kochi, India, menjelaskan saat tertidur, otak manusia akan beristirahat. Namun, selama otak beristirahat, detak jantung akan berdetak lebih lambat sementara ingatan memori akan semakin kuat.

Jika seseorang tidak tidur dengan baik, otak juga tidak akan beristirahat dengan baik. Sehingga membuat sulit berkonsentrasi yang berdampak pada melemahnya kekuatan memori.

Dokter Salil Bendre dari Nanavati Super Speciality Hospital, Mumbai, India, menjelaskan dampak yang ditimbulkan apabila hormon melatonin terganggu.

" Hormon melatonin dapat terganggu jika Anda memiliki pola tidur yang berantakan. Hal tersebut bisa menyebabkan depresi, mudah murah, bahkan akan menaikkan hormon-hormon tertentu yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, " pungkasnya.

Selain itu, tidur juga diyakini dapat mengatur hormon yang menentukan perasaan kenyang dan lapar. Beberapa dokter menyarankan waktu tidur yang baik selama 8 jam. Setelah terbangun, tubuh akan benar-benar produktif.

Untuk itu, jika kamu masih memiliki gangguan tidur segera atasi. Dokter Nevin Kishore dari Max Super Speciality Hospital, India, menegaskan untuk segera mengatasi gangguan tidur seperti insomnia, sleep anea dan sebagainya karena gangguan-gangguan tersebut sebetulnya bisa diobati. (Ism, Laporan: Nanda Febrian, Sumber: Timesofindia.indiatimes)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar